Manajemen Kelas (Laporan Baca 2)

 


Nama : Putri Hifdiyani

Nim : 11901103

Kelas : PAI 4F


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. 


Alhamdulillah pada hari ini saya masih diberi kenikmatan sehat dan semoga kalian yang membacanya juga diberi kesehatan oleh Allah SWT. 


Nah, kali ini saya akan melaporkan/berbagi hasil membaca saya mengenai manajemen Kelas untuk memenuhi tugas mata kuliah Magang 1. Bahan yang menjadi sumber bacaan saya yaitu jurnal yang berjudul “MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR".


Jadi.. Sebelum saya membaca jurnal dengan tema tersebut, hmm yang ada dipikiran dan sepengetahuan saya kata "manajemen" Itu berasal dari bahasa Inggris yakni "manage" yang artinya mengelola/mengatur. Dan bila dikaitkan dengan kata "kelas" ini, sudah pasti teman-teman dapat menyimpulkan bahwa "manajemen kelas" sama seperti "mengatur kelas".. 


Yukk langsung disimak.. 


Pengertian Manajemen Kelas

Sebelum kita membahas pengertian manajemen kelas, ada baiknya teman-teman mengetahui pengertian dari manajemen dan kelas terlebih dahulu. 

Manajemen merupakan terjemahan dari kata “Pengelolaan”. Karena terbawa oleh derasnya arus penambahan kata pungut kedalam Bahasa Indonesia, maka istilah Inggris tersebut kemudian di Indonesiakan menjadi “Manajemen“. Arti dari manajemen adalah pengelolaan, penyelenggaraan, ketatalaksanaan penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan. Maka, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan atau manajemen adalah penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien. Sedangkan kelas dapat diartikan sebagai ruangan belajar atau rombongan belajar, yang dibatasi oleh empat dinding atau tempat peserta didik belajar, dan tingkatan (grade). Ia juga dapat dipandang sebagai kegiatan belajar yang diberikan oleh guru dalam suatu tempat, ruangan, tingkat dan waktu tertentu.

Setelah berbicara tentang pengertian dari Manajemen dan Kelas diatas, maka dibawah ini para ahli pendidikan mendefinisikan manajemen kelas, antara lain :

Johanna Kasin Lemlech, dalam bukunya Drs. Cecep Wijaya & Drs. A. Tabrani Rusyan mengatakan bahwa “Classroom management is the orchestration of classroom life : planning curriculum, organizing procedures and resources, arranging the environment to maximize efficiency, monitoring student progress, anticipating potential problems.“ Menurut definisi ini, yang dimaksud dengan manajemen kelas adalah usaha dari pihak guru untuk menata kehidupan kelas dimulai dari perencanaan kurikulumnya, penataan prosedur dan sumber belajarnya, pengaturan lingkungannya untuk memaksimumkan efisiensi, memantau kemajuan siswa, dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul.

Drs. Syaiful Bahri Djamarah berpendapat bahwa “manajemen kelas adalah suatu upaya memberdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.”

Nah, dari beberapa pendapat para ahli diatas, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa manajemen kelas merupakan upaya mengelola siswa didalam kelas yang dilakukan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana/kondisi kelas yang menunjang program pengajaran dengan jalan menciptakan dan mempertahankan motivasi siswa untuk selalu ikut terlibat dan berperan serta dalam proses pendidikan di sekolah.


Fungsi Manajemen Kelas

Supaya fungsi manajemen peserta didik dapat tercapai, ada beberapa fungsi manajemen kelas tersebut sebagai berikut:

Memberi guru pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah dan hubungannya dengan pengajaran yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu.

Membantu guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan pengajarannya terhadap pencapaian tujuan pendidikan.

Menambah keyakinan guru atas nilai-nilai pengajaran yang diberikan dan prosedur yang digunakan.

Membantu guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan murid, minat-minat murid, dan mendorong motivasi belajar.

Mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar dengan adanya organisasi kurikulum yang lebih baik, metode yang tepat dan menghemat waktu.

Murid-murid akan menghormati guru yang dengan sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk mengajar sesuai dengan harapan-harapan mereka.

Memberikan kesempatan bagi guru-guru untuk memajukan pribadinya dan perkembangan profesionalnya.

Membantu guru memiliki perasaan percaya pada diri sendiri dan menjamin atas diri sendiri.

Membantu guru memelihara kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan-bahan yang up to date kepada murid.


Pasti makin penasaran kan teman-teman, langsung aja disimak..


Tujuan Manajemen Kelas

Adapun tujuan dari manajemen kelas adalah sebagai berikut :

Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan manajemen kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan atau perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban. 

Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.

Jadi, Manajemen kelas dimaksudkan untuk menciptakan kondisi di dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian, dengan manajemen kelas produknya harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. 


Prosedur Manajemen Kelas

Upaya untuk menciptakan suasana yang diliputi oleh motivasi siswa yang tinggi, perlu dilakukan manajemen kelas dengan baik. Langkah-langkah ini disebut sebagai prosedur manajemen kelas. Adapun prosedur manajemen kelas ini dapat dilakukan secara pencegahan (Preventif) maupun penyembuhan (Kuratif).

Prosedur Manajemen Kelas yang Bersifat Preventif Meliputi :

a. Peningkatan Kesadaran Pendidik Sebagai Guru. 

b. Peningkatan Kesadaran Siswa. 

c. Penampilan Sikap Tulus Guru. 

d. Pengenalan Terhadap Tingkah Laku Siswa. 

e. Penemuan Alternatif Manajemen Kelas. 

f. Pembuatan Kontrak Sosial. 


Prosedur Manajemen Kelas yang Bersifat Kuratif meliputi:

a. Identiffikasi masalah. 

b. Analisis Masalah. 

c. Penetapan Alternatif Pemecahan. 

d. Monitoring. 

e. Memanfaatkan Umpan Balik (Feed-Back).


Implementasi Manajemen Kelas

Tugas dan peran guru dalam implementasi pengelolaan proses belajar mengajar menurut Syaiful Bahri Djamarah (2002), adalah sebagai berikut:

a. Perencanaan

1) Menetapkan apa yang akan, kapan dan bagaimana cara melakukannya

2) Membatasi sasaran dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk mencapai hasil yang maksimal melalui proses penentuan target. 

3) Mengembangkan alternatif-alternatif tindakan. 

4) Mengumpulkan dan menganalisis informasi. 

5) Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan.


b. Pengorganisasian

1) Menyediakan fasilitas, perlengkapan dan tenaga kerja yang diperlukan untuk menyusun kerangka yang efisien dalam melaksanakan rencana-rencana melalui proses penetapan kerja yang diperlukan untuk menyelesaikannya.. 

2) Mengelompokkan kelompok kerja dalam struktur organisasi secara teratur.

3) Membentuk struktur wewenang dan mekanisme koordinasi. 

4) Merumuskan, menetapkan latihan dan pendidikan tenaga serta mencari sumber-sumber lain yang diperlukan. 


c. Pengarahan

1) Menyusun kerangka waktu dan biaya secara terperinci. 

2) Memperkarsa dan menampilkan pelaksanaan rencana dan pengambilan keputusan. 

3) Mengeluarkan instruksi-instruksi yang spesifik. 

4) Membimbing, memotivasi dan melakukan supervise.


d. Pengawasan

1) Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan. 

2) Melaporkan penyimpangan dan merumuskan serta menyusun standar-standar dan sasaran-sasaran tindakan koreksi. 

3) Menilai pekerjaan dan melakukan tindakan koreksi terhadap penyimpangan-penyimpangan.


Jangan cuma disimak aja, tapi dicatat dan dipahami ya..


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses Pembelajaran

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran, antara lain :

a. Pengajaran Berbasis Motivasi.

Motivasi adalah perubahan energi dalam diri (Pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan untuk mencapai tujuan. Di dalam penjelasan tersebut ada tiga unsur yaitu:

1. Motivasi dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi.

2. Motivasi ditandai dengan timbulnya perasaan Affective Arousal. 

3. Motivasi ditandai dengan reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan.


b. Pengajaran Berbasis Aktivitas

Kegiatan mandiri dianggap tidak ada maknanya, karena guru adalah orang yang serba tahu dan menentukan segala hal yang dianggap penting bagi siswa. System penuangan lebih mudah pelaksanaannya bagi guru dan tidak ada masalah atau kesulitan; guru cukup mempelajari materi dari buku, lalu disampaikan kepada siswa. Di sisi lain, siswa hanya bertugas menerima dan menelan, mereka diam dan bersikap pasif atau tidak aktif.

Berdasarkan hasil penelitian para ahli pendidikan ternyata bahwa:

1. Siswa adalah suatu organisme yang hidup, di dalam dirinya beraneka ragam kemungkinan dan kopetensi yang hidup yang sedang berkembang. 

2. Setiap siswa memiliki berbagai kebutuhan, meliputi kebutuhan Jasmani, Rohani, dan Sosial.

3. Seorang ahli biologi, Berson menemukan suatu konsep atau teori yang disebut Elan Vital pada manusia.

4. Dr. Maria Montessori secara panjang lebar mengemukakan tentang mengapa seorang anak menangis, karena dilarang oleh pembantu yang mengasuhnya, karena sang anak mau mengisi sendiri gerobak mainannya dengan pasir.


c. Pengajaran Berbasis Perbedaan Individual

Individual adalah suatu kesatuan yang masing-masing memiliki ciri khasnya, dan karena itu tidak ada dua individual yang sama, satu dengan yang lainnya. Ini dapat disebut Sebagai suatu kepastian dan kenyataan. Perbedaan individual dapat dilihat dari dua segi, yakni segi horisontal dan segi vertikal. Perbedaan dari segi horisontal, setiap individu berbeda dengan individu lainnya dengan aspek mental, seperti; tingkat kecerdasan, abilitas, minat, ingatan, emosi, kemauan, dan sebagainya. Perbedaan dari segi vertikal, tidak ada dua individu yang sama dalam aspek jasmaniah, seperti bentuk, ukuran, kekuatan, dan daya tahan tubuh. Perbedaan-perbedaan itu masing-masing memiliki keuntungan dan kelemahan.


d. Pengajaran Berbasis Lingkungan

Belajar pada hakikatnya adalah suatu interaksi antara individu dan lingkungan. Lingkungan menyediakan rangsangan terhadap individu dan sebaliknya individu memberikan respon terhadap lingkungan. Dalam proses interaksi itu dapat terjadi perubahan pada diri individu berupa perubahan tingkah laku. Dapat juga terjadi, individu menyebabkan terjadinya perubahan pada lingkungan, baik yang positif maupun yang negatif. Hal ini menunjukkan, bahwa fungsi lingkungan merupakan faktor yang penting dalam proses belajar mengajar.

Suatu lingkungan pendidikan atau pengajaran memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut.

1) Fungsi Psikologis

Stimulus bersumber atau berasal dari lingkungan yang merupakan rangsangan terhadap individu sehingga terjadi respon, yang menunjukkan tingkah laku tertentu. Respon tadi pada gilirannya dapat menjadi suatu stimulus baru yang menimbulkan respon baru, demikian seterusnya. Ini berarti, lingkungan mengandung makna dan melaksanakan fungsi psikologis tertentu.

2) Fungsi Pedagogis

Lingkungan memberi pengaruh-pengaruh yang bersifat mendidik, khususnya lingkungan yang sengaja disiapkan sebagai suatu lembaga pendidikan, misalnya keluarga, sekolah, lembaga pelatihan, lembaga sosial. Masing-masing lembaga memiliki program pendidikan, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis.

3) Fungsi Instruksional

Program instruksional merupakan suatu lingkungan pengajaran atau pembelajaran yang dirancang secara khusus. Guru yang mengajar, materi pembelajaran, sarana dan prasarana pengajaran, media pengajaran, dan kondisi lingkungan kelas merupakan lingkungan yang diperkembangkan untuk mengebangkan tingkah laku siswa.


Senoga bermanfaat ya. Apabila ada salah dalam penulisan mohon kritik dan sarannya yang bersifat membangun. 

Sekian dan Terimakasih


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. 


Sumber:

Erwinsyah, Alfian. 2017. MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR. TADBIR : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Volume 5, Nomor 2

Komentar