Minat Baca (Laporan Baca)
Nama : Putri Hifdiyani
Nim : 11901103
Kelas : PAI 4F
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Alhamdulillah pada hari ini saya masih diberi kenikmatan sehat dan semoga kalian yang membacanya juga diberi kesehatan oleh Allah SWT.
Pada kali ini saya akan melaporkan/berbagi hasil membaca saya mengenai minat baca untuk memenuhi tugas mata kuliah Magang 1. Bahan yang menjadi sumber bacaan saya yaitu jurnal yang berjudul “UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA SEBAGAI SARANA UNTUK MENCERDASKAN BANGSA".
Berikut ini Referensi dari bahan bacaan saya :
Kasiyun, Suharmono. 2015. Jurnal Pena Indonesia (JPI). UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA SEBAGAI SARANA UNTUK MENCERDASKAN BANGSA. Volume 1, Nomor 1, Maret 2015
Yukk mari di simak..
Sebelum kita bahas bagaimana upaya dalam meningkatkan minat baca sebagai sarana untuk mencerdaskan bangsa. Kita akan bahas pengertian dari minat terlebih dahulu, apa itu minat?
Minat meruupakan sumber motivasi untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka memilih (Hurlock dalam Dwi Sunar Prasetyo, 2008: 54). Selanjutnya Rini Hildayani (2005:6.8) menyatakan pendapat bahwa Secara implisit dalam Concise Ensiclopedia of Psychology dapat dikatakan bahwa minat adalah kesukaan individu terhadap topik-topik atau kegiatan tertentu. Sumadi Suryabrata (2004: 25) mengemukakan ciri-ciri minat anak, diantaranya: (a) Rasa Senang atau Rasa Tertarik, (b) Perhatian dan (c) Aktiivitas.
Jadi dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa minat adalah sesuatu yang sangat ingin dilakukan oleh seseorang dan menjadi kesukaannya. Bila dikaitkan dengan membaca maka minat baca merupakan keinginan yang kuat dari dalam diri seseorang untuk melakukan kegiatan membaca serta menyukai dan menikmati aktifitas membaca tersebut.
Simak dan jangan lupa dicatat ya..
Berikut tujuan dari membaca
Menurut Darmono (2001: 183) tujuan dari membaca adalah sebagai berikut: (1) membaca untuk tujuan kesenangan; (2) membaca untuk meningkatkan pengetahuan; (3) membaca untuk melakukan suatu pekerjaan.
Mengapa kita harus rajin membaca?
Karena membaca untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan informasi yang belum kita ketahui. Membaca dapat dilakukan oleh siapa saja, dengan cara melakukan kegiatan membaca wacana ilmu pengetahuan. Bidang ilmu mempunyai cakupan yang luas, sehingga semakin tinggi pendidikan seseorang akan merasakan semakin banyak yang tidak diketahui.
PENYEBAB RENDAHNYA MINAT BACA
Hardjoprakosa (2005 : 145) menyatakan bahwa ada beberapa hal yang menyebabkan rendahnya minat baca, yaitu (1) Pemerintah dan swasta dengan lembaga pendidikannya, para guru kurang memotivasi para anak didiknya untuk membaca buku-buku selain buku pelajaran; (2) Para orang tua tidak memberi dorongan kepada anak untuk mengutamakan membeli buku dari pada mainan, alat pandang dengar. Mereka biasanya kurang mengetahui jenis buku yang sesuai dan disukai anak, dan mereka biasanya juga kurang memperkenalkan perpustakan kepada anak-anak; (3) Para penerbit media cetak memasang harga buku yang bermutu terlalu tinggi, sehingga tak terjangkau oleh masyarakat luas; (4) Para pengarang, penyadur dan penerjemah yang semakin berkurang, karena royalti yang tidak menentu dan masih terkena PPH; (5) Perpustakaan Umum yang jumlahnya belum mencukupi di tiap Propinsi untuk melayani masyarakat; (6) Perpustakaan masjid yang belum terkelola dengan profesional.
Teman-teman ada yang tau bagaimana upaya dalam meningkatkan minat baca? Jika teman-teman belum mengetahuinya.. Yukk disimak penjelasan berikut ini..
Upaya dalam meningkatkan minat baca masyarakat tidak dapat dibebankan pada keluarga saja, masyarakat saja, atau lembaga pendidikan saja. Karena pada dasarnya aspek keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan minat baca masyarakat. Ketiga aspek itu perlu dilakukan bersamaan. Guru dan pustakawan berperan penting dalam meningkatkan minat baca baca peserta didik maupun masyarakat. Agar dapat berperan meningkatkan minat baca, guru dan pustakawan harus mempunyai minat baca yang tinggi. Keteladanan perlu diberikan kepada masyarakat. Apabila guru dan pustakawan tidak memiliki minat baca yang tinggi, mustahil dapat menjalankan tugasnya dalam meningkatkan minat baca. Ratnaningsih dalam (dalam Koswara, 1998 : 300) menyatakan Peran proaktif pustakawan berkaitan dengan upaya menumbuhkan minat baca masyarakat sejak dini, memang utamanya dilakukan oleh pustakawan yang bekerja di perpustakaan yang melayani anak-anak. Pustakawan harus mampu mengajar, membimbing, serta memberi contoh pada anak-anak. Demikian pula guru yang berhadapan langsung dengan anak didik kegiatan mengajar, membimbing, dan memberI contoh dalam kegiatan minat baca tidak kalah pentingnya dari pustakawan.
Jadi, Upaya meningkatkan minat baca anak menjadi tanggungjawab bersama, antara pustakawan, guru, orang tua, dan masyarakat. Nanum demikian pustakawan dan guru sesuai dengan beban tugas yang disandangnya, mempunyai tanggung jawab langsung dalam meningkatkan minat baca. Dalam upaya meningkatkan minat baca, sebaiknya anak-anak diberi stimulan agar minat baca itu muncul dari diri murid itu sendiri. Upaya meningkatkan minat baca dengan memaksa siswa membaca buku sebanyak-banyaknya tidak akan efektif.
Mulai dari sekarang perbanyaklah membaca dan jangan sia-siakan waktu kalian..
Semoga bermanfaat..
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Komentar
Posting Komentar